RSS

Tentang Iwan Suharyanto

Iwan Suharyanto (age: 5 years)

Lahir 17 Mei 1986 di Boyolali dengan nama Iwan Suharyanto. Merupakan anak ke-3 dan terakhir dari pasangan bapak bernama Sugiyanto dan Ibu Haryati, dan 2 orang kakak yang bernama Hary Agus Setianto dan Harlina Yanianta.

Menempuh pendidikan sekolah dasar pada rentang tahun 1992-1998 di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Boyolali dengan predikat lulusan dengan NEM (Nilai Ebtanas Murni) terbaik, 41.51, kemudian melanjutkan pendidikan di SLTP N 1 Boyolali selama kurun 1998-2001. Selama mengenyam pendidikan SLTP inilah merasakan cinta pertamanya yang tidak pernah kesampaian. Lulus dengan NEM 46.80 dan berpindah kota untuk meneruskan SMA di SMA N 4 Surakarta (yang lebih terkenal dengan sebutan Smaracatur).

Awal jenjang menengah ke atas ini dilalui dengan proses adaptasi yang cukup sulit, terlebih ketika diharuskan melaju dari Boyolali yang berjarak sekitar 27 km dengan masa tempuh rata-rata 45 menit sampai 1 jam. Masa-masa SMA adalah masa yang paling indah katanya, begitupun dengan Iwan Suharyanto. Saat kelas 2, menemukan pacar pertama melalui media ujian akhir caturwulan, yang model tempat duduknya pada saat itu masih di campur dengan adik angkatan. Barangkali memang terpaksa, sehingga si adik angkatan mau menerima menjadi pacar, tepatnya 04 November 2002. Selama masa SMA aktif di Karya Ilmiah Remaja (KIR) dan pernah selama 1 tahun menduduki jabatan sebagai ketua. Dari sisi akademik, kelas 3 ditempatkan di bidang IPA dan lulus dengan nilai UAN yang memuaskan.

Transisi dari masa SMA menuju babak perkuliahan, sempat diterima PMDK di IPB, dan di Fak Hukum UII, tetapi karena alasan geografis kedekatan dengan kampung halaman dan pertimbangan masa depan, akhirnya lebih memilih di program studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Gadjah Mada.

Bangku perkuliahan benar-benar merupakan kawah candradimuka bagi Iwan Suharyanto. Masa-masa awal kuliah harus beradaptasi lagi dengan kota Jogja dan lingkungan yang lebih hetero-culture. Apalagi dengan tinggal sendiri, jauh dari orang tua, membuat tempaan hidup menjadi benar-benar terasa. Semester 3 menjadi titik balik hidupnya, ketika sang Sahabat Kecil, Surono, meninggalkan Iwan untuk selama-lamanya. Menyadarkannya betapa hidup itu tidak 63 tahun, seperti rataan umur, tetapi bisa kapan saja. Near death experience itu membuatnya tersadar dari rutinitas yang dijalani. Mulai mendekatkan diri ke masjid dan aktifitas keagamaan yang lebih intensif menggemblengnya menjadi aktifis dakwah. Termasuk ketika putus dari pacar pertamanya setelah membina selama lebih dari 2 tahun.

Sampai dengan semester 6, jalan hidupnya masih biasa saja, sampai akhirnya kehampaan itu muncul dan membuatnya kembali pada rutinitas sebelumnya: bebas. Kehidupan yang terbiasa dengan kata sayang dari si pacar dan ucapan rindu. Mulailah bergerilya lagi mencari kekasih sampai pada akhirnya tertambat pada teman satu angkatan kuliah dan satu prodi, pada 17 November 2007, pacar kedua..

KKN, salah satu kewajiban 3 sks dari UGM, memaksa Iwan untuk pindah ke Wonosobo selama 2 bulan. Selama kurun waktu inipula, mencuri waktu KKN, harus bolak balik Jogja-Wonosobo, memulai usaha yang sekarang cukup terkenal, DOJO HOTSPOT CENTER JOGJA, bersama sahabatnya. Baru pada minggu ketiga setelah semua urusan di Jogja beres, benar-benar memikirkan kelangsungan KKN. Disinilah, Iwan menemukan sosok mandiri yang dikagumi, yang kelak menjadi calon pendamping hidupnya, sementara masih menjadi pacar ketiga, yang juga teman satu angkatan, satu prodi.

Lulus kuliah pada periode November 2008, jiwa Iwan merasa terpanggil untuk mengabdi lebih kepada PLanologi UGM dengan menjadi staf pengajar. Pasang surut selama menunggu proses penerimaan pun dialami hingga pada akhirnya menjadi Dosen dengan SK per tanggal 1 September 2009.

Iwan Suharyanto, ST (age: 22 years)

Setelah merasa mantap dengan pilihan hidupnya, Iwan menikahi tambatan hati Farihah Wahidati pada 25 Juli 2010. Sebuah keputusan yang menurut teman-temannya merupakan keputusan yang berani karena umurnya masih terbilang muda, masih 24 tahun. Setelah itu bahtera kehidupan rumah tangganya dijalani dengan sederhana dengan mengontrak rumah kecil di Jalan Kaliurang km 8,5. Hari demi hari baik urusan perkampusan dan keluarga dijalani. Satu prestasi yang cukup terkesan yakni dengan keberhasilan prodi PWK, tempat Iwan mengabdi, mendapat akreditasi A. Perlu dicatat bahwa ini kali pertama prodi tersebut mengajukan akreditasi disaat umurnya baru beranjak 7 tahun pada akhir 2010.

Alhamdulillah, pada Februari 2011, istri tercinta dinyatakan positif hamil. Suatu rezeki dan titipan yang luar biasa indah dari IllahiRobbi. Pada tahun yang sama, bulan Agustus 2011, Iwan juga diterima beasiswa untuk melanjutkan studi di Jerman, setelah hampir 12 lamaran beasiswanya pada kurun waktu satu tahun dinyatakan tidak diterima. Tidak putus asa, pantang menyerah dan berserah diri hanya pada Alloh merupakan kunci yang selalu diingatnya, walau terkadang “lupa”… hehe..

Iwan Suharyanto (age: 24 years)

 

Comments are closed.

 
%d bloggers like this: