RSS

Renungan Senja..

08 Oct

Lama gak membelai blog ini.. Selain kemarin2 disibukkan dengan perencanaan dan implementasi pernikahan, sekarang focus mengejar sekolah benar2 menguras pikiran dan tenaga yang luar biasa..
Kali ini postinganku ganti ke curhat saja gak yang serius melulu..

Oya diawal kusebut sudah menikah, sorry for the ladies, hehe. Berkali-kali istri baruku ini selalu menyebut kalo aku ini bekerja di kantor. Kalo sore telpon minta dijemput, pasti tanyanya, “Ayah sudah berangkat dari kantor untuk jemput?” Dan sesampainya dirumah selalu kuingatkan bahwa aiah tidak bekerja kantoran. Hanya mengabdi untuk kampus almamater di S1 PWK UGM.

Masih ingat ketika semester 6-7 saat kuliah (sekitar tahun 2007), menjadi asisten peneliti dosen-dosen, dan ketika itu, waktu assessment di lapangan aku ditanya, “memang pengen jadi apa wan kalo sudah lulus??” Dengan tanpa ragu pun ku jawab pengen jadi dosen. Beberapa dosen yang ada di situ terlihat tersenyum kecut mendengar jawabanku, seolah apa yang kujawab merupakan pilihan hidup yang keliru.
Cerita berulang ketika saya mau ngambil mata kuliah kerja praktek (KP). Waktu itu aku dan beberapa rekan, kebingungan dan merasa kehabisan lokasi KP. Karena panic, kami mencari dosen pembimbing KP, dan kita diskusi bersama. Waktu itu sempat ditanya apa sih yang dicita-citakan oleh masing masing dari kami? Dan tanpa ragu (lagi) kujawab: menjadi seperti bapak, seorang dosen.

Bagiku pribadi menjadi seorang pengajar seperti sekarang ini seolah Dream Comes True. Ketika proses wawancara baik di tingkatan jurusan maupun di fakultas, banyak pertanyaan bernada miring. Mulai dari “cari aman terhadap linearitas keilmuan” sampai pada “mengapa milihnya PWK UGM, kenapa kok gak di ITB atau tempat lain?” Alhamdulillah semua ujian itu telah membawaku sejauh ini melangkah…
Cerita lain muncul ketika temen2 lulusan seangkatan sempet pada bikin forum lewat chatting. Dan pas mereka ngobrol tentang gaji, fiuh..mantap-mantap deh semua. Berasa kebanting ke tanah. Syukur itu hanya sesaat dan tidak membuatku sesat, meski sempet kepikiran kenapa dulu gak nyari kerjaan di kementrian, mungkin sudah jalan kemana2, kayak yang di kabar fesbuk temen2. Atau nyari di bank, pasti uda bergelimang harta.. mantap lah penyesalan sesat sesaatnya..

Satu hal yang kusyukuri disini saat ini, di ruang ini, adalah aku merasa hidupku yang sempit ini bermanfaat untuk orang lain, untuk prodi yang kucintai, untuk orang yang paling kusayangi (ibu dan istriku), dan untuk keluargaku yang kubanggakan. Bismillah..Alhamdulillah..

 
3 Comments

Posted by on 8 October, 2010 in Uncategorized

 

3 responses to “Renungan Senja..

  1. u'r wife..

    12 October, 2010 at 4:43 PM

    i’m really proud of u..
    untuk semua perjuangan mencari secercah harapan dimasa depan..

    bukan kerja kantoran, tetapi pengabdian.
    bukan mencari wujud rupa harta dan tahta, tetapi rasa bakti dan menjalankan amanat-Nya..

    aiah dan keluarga adalah harta yang berharga..
    kehangatan dan kedamaian menjadikannya semua sempurna..

    selamat berkarya sampai tutup usia…

     
  2. Muhammad Harun

    1 November, 2010 at 9:38 AM

    Sekarang anda lebih baik, dan akan semakin lebih baik lagi. Teruskan dengan bismillah. Semoga anda dan keluarga selalu dalam lindungan serta dalam limpahan rahmat dan barokah-Nya. Amiin…

     
  3. budi irawan

    12 September, 2011 at 11:48 AM

    menjadi cikgu, pahalanya tiada putus, karna ilmu yg ditransfer dan diterapkan oleh mahasiswanya akan menjadi amal yang tiada henti pahalanya bg sang cikgu. sukses cikgu … 🙂

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: