RSS

Tragedi Priok: Mengulang Jaman Pangeran Diponegoro, ketika mengObok-obok social capital yang bernilai historik dan kepercayaan

17 Apr

Priok berdarah yang terjadi beberapa hari lalu masih terngiang. Beritanya sampai sabtu ini pun masih silih berganti dengan kabar Susno, markus dan century. Dari korban yang masih dirawat hingga penyelesaian sengketa yang terjadi.

Akar permasalahan sebenarnya klasik untuk dibahas: SENGKETA LAHAN dan PENGGUSURAN SECARA “MANUSIAWI” (menggunakan tenaga manusia). Namun terdapat “unique value” yang membedakan kasus Priok dengan sengketa dan penggusuran pada umumnya. Lahan yang disengketakan bukan sembarangan yakni lahan pemakaman salah satu tokoh besar bagi masyarakat sekitar, Mbah Priok, atau siapa itu nama panjangnya (susah bener..). Mendengar nama beliau, pastilah kalo nama Tanjung Priok ya pasti diambil dari si embah itu. Berarti sejarahnya sudah sangat mengakar, membudaya dan bersejarah pastinya. Terlepas dari makamnya yang keramat ataupun sering digunakan tempat pengajian dan berdoa, tempat ini pastilah menjadi salah satu source yang menciptakan social capital (modal sosial) yang sangat tinggi valuenya bagi masyarakat.

Satpol PP [dan pihak-pihak yang berkoordinasi] menyamakan proses penggusuran Priok dengan kasus-kasus penggusuran lain yang biasanya dimenangkan oleh pihak mereka. Tapi nyatanya kali ini beda. Mereka kalah telak dan bahkan harus mengungsi lewat laut.

Padahal kalo Satpol PP dan pemangku jabatan mau membuka membuka catatan lembaran sejarah jaman Pangeran Diponegoro, dimana waktu itu Belanda berencana membangun jalan dengan menggusur makam leluhur Sang Pangeran. Yang terjadi malah menimbulkan pergolakan dan pertentangan yang luar biasa selama 5 tahun (1925-1930). Meski Pangeran dilumpuhkan tapi kerugian Belanda juga tidak sedikit. Kalo tdk salah, Belanda melakukan hal yang lebih cerdas ketika di Aceh. Mereka melakukan survey terlebih dahulu terhadap kekuatan apa yang dimiliki oleh kelompok pejuang Islam. Dan hasilnya adalah: Jangan pernah meyentuh hal-hal yang bersifat identity bagi orang Islam, karena mereka pasti akan melawan dengan jauh lebih keras.

Api telah menjadi abu. Begitupula rongsokan mobil dan truk di depan makam Mbah Priok. Penyelesaian dan kesepakatan juga telah terjadi antara pihak-pihak yang terkait, dari Pelindo, ahli waris, ulama, Pemkot, untuk membuat masterplan kawasannya. [ribut dulu, masterplan kemudian, hehehe..]. Tapi tak apalah, bangsa kita memang bangsa yang suka berproses susah dulu, kalo ada yang susah, mengapa dipermudah?

Banyak pelajaran yang bisa diambil dari pelajaran Priok, mengingat masih banyaknya kasus sengketa lahan yang rentan konflik baik di Jakarta ataupun di tempat-tempat lain. Pertemuan antar stakeholder(s) terkait, secara kekeluargaan, dengan motif menyelesaikan masalah akan jauh lebih efektif daripada menggunakan kekerasan. Pengadilan mungkin sudah memutuskan tetapi jangan diterapkan secara KAKU di lapangan, atau hanya akan menjadi keledai yang mengulang Priok.

Learn from the past, ready for now, and prepare for future..

pict source: terselubung.blogspot.com

 
2 Comments

Posted by on 17 April, 2010 in Every-thinks

 

2 responses to “Tragedi Priok: Mengulang Jaman Pangeran Diponegoro, ketika mengObok-obok social capital yang bernilai historik dan kepercayaan

  1. riyadi2405

    17 April, 2010 at 11:18 PM

    itu juga keterlaluan bro warganya,…
    apakah tidak ada jalan yang lebih baek untuk menyelesaikan masalah???
    tuker link bro di http://riyadi2405.wordpress.com/

     
    • iwansuharyanto

      22 April, 2010 at 3:38 PM

      gak ada asap kalo gag ada api sob, tapi memang keterlaluan kalo bukan hanya melawan tapi sampai menjarah.. ckckck..
      penyelesaian pasti ada, tapi menurunkan satpol PP, menurutku adalah hal terakhir dan bukan sebagai simbol utk menakuti..

      sudah sempat mengunjungi blogmu, nice! tapi aku masi bingung dengan blog ku sendiri, msh banyak belajar.. hehe…

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: